Rabu, 20 April 2011

Makalah bimbingan kelompok

Diposkan oleh Suka Suka Saya di 11.25
bimbingan kelompok adalah proses konseling untuk membantu siswa dalam masalah yang ada disekitar siswa. bimbingan kelompok hanya berkisar antara 5-8 orang. berhasil tidaknya proses bimbingan kelompok terletak pada konselor.

A. Konsep Seputar Bimbingan Kelompok.
Bimbingan berasal dari kata bahasa Inggris yaitu “Guidance” yang atinya menunjukkan, menuntun, atau mengemudikan (Shertzer dan Stone, 1996). Kelompok adalah sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama yang berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama, mengenal satu sama lainnya, dan memandang mereka sebagai bagian dari kelompok tersebut (Deddy Mulyana, 2005).
Berdasarkan definisi-definisi dari para ahli tersebut, dapat diambil beberapa karakteristik bimbingan, yakni :
a. Bimbingan adalah usaha pemberian bantuan.
b. Bimbingan diberikan pada orang-orang dari berbagai rentang usia.
c. Bimbingan diberikan oleh tenaga ahli
d. Bimbingan bertujuan untuk perbaikan kehidupan oarng yang dibimbing, yaitu untuk : (1) mengatur kehidupan sendiri, (2)mengembangkan atau memperluas pandangan, (3)menetapkan pilihan , (4) mengambil keputusan, (5) memikul beban kehidupan (6) menyesuaikan diri (7)mengembangkan kemampuan.
e. Bimbingan diselenggarakan berdasarkan prinsip-prinsip demokrasi.
f. Bimbingan merupakan bagian dari pendidikan secara keseluruhan.
Bimbingan yakni suatu upaya mefasilitasi individu (siswa) agar memperoleh pemahaman dan pengarahan diri yang di perlukan untuk menyesuaikan dirinya dengan lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat, sehingga akhirnya ia atau mereka dapat mengembangkan dirinya secara optimal.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan bimbingan dapat dilakukan secara individual dan kelompok. Dalam situasi tertentu dimana suatu masalah tidak dapat ditangani secara individiual, situasi kelompok dapat dimanfaatkan untuk menyelenggarakan layanan bimbingan bagi siswa. Yang menjadi sasaran dalam bimbingan kelompok pada hakikatnya sama dengan sasaran dalam bimbingan pada umumnya yakni individu. Individu yang dimaksud disini bisa berupa individu sebagai bagian dari kelompok, atau semua individu yang tergabung dalam kelompok. Bimbingan kelompok adalah suatu proses pemeberian bantuan kepada individu melalui suasana kelompok yang setiap anggota untuk belajar berpartisipasi aktif dan berbagai pengalaman dalam upaya pengembangan wawasan, sikap, dan atau keterampilan yang diperlukan dalam upaya mencegah timbulnya masalah atau dalam upaya pengembangan pribadi.
Ada beberapa keuntungan yang mendukung diselenggarakannya bimbingan kelompok, yakni sebagai berikut (M. Surya dan Rochman Natawijaya,1986 :105-106):
a. Bimbingan kelompok lebih bersifat efektif dan efisien.
b. Bimbingan kelompok dapat memanfaatkan pengaruh – pengaruh seseorang atau beberapa orang individu terhadap anggota lainnya.
c. Dalam bimbingan kelompok dapat terjadi saling tukar pengalaman diantara para anggotanya yang dapat berpengaruh terhadap tingkah laku individu.
d. Bimbingan kelompok dapat merupakan awal dari konseling individual,sehingga bimbingan kelompok dimanfaatkan untuk mempersiapkan individu yang akan mendapat layanan konseling.
e. Bimbingan kelompok dapat menjadi pelengkap dari teknik konseling individual,dalam arti sebagai layanan tindak lanjut dari konseling individual.
f. Bagi kasus – kasus tertentu,bimbingan kelompok dapat digunakan sebagai subsituasi,yakni dilaksanakan karena kasus tidak dapat ditangani dengan teknik lain.
g. Dalam bimbingan kelompok terdapat kesempatan untuk menyegarkan watak atau pikiran.
Bimbingan kelompok memiliki sifat yang beragam, mulai dari yang bersifat informatif dan terapeutik. Praktek bimbingan klompok dilakukan dengan diskusi, simulasi, latihan, karyawisata, homeroom program, dan sosiodrama.
Untuk mempermudah konselor untuk membedakan bimbingan kelompok dan konseling kelompok seperti di bawah ini :
Aspek Bimbingan kelompok Konseling kelompok
Tujuan dan Fungsi • Pencegahan masalah
• Pengembangan pribadi • Pemecahan masalah pribadi
• Pencegahan masalah
• Pengembangan pribadi
Jumlah anggota Lebih dari 2 bisa sampai 30 orang 2 - 7 orang
Karakteristik anggota Heterogen – hemogen Hemogen
Bentuk kegiatan Permaianan- intruksional Transaksional
Peran pembimbing Fasilitator-tutor Fasilitator- terapis
Peran anggota Aktif membahas topik yang relevan dan bermanfaat bagi pencegahan masalah atau pengembangan pribadi Aktif membahas masalah pribadi serta berbagi dalam memecahkan masalah orang lain atau dalam upaya pengembangan pribadi anggota
Suasana interaksi • Interaksi multi arah
• Aktif bernuansa intelektual, pencerahan dan pendalaman • Interaksi multi arah
• Aktif bernuansa intelektual, afeksional dan emosional
Teknik yang digunakan Sosio-edukasional Psiko-edukasional
Sifat dan materi pembicaraan • Masalah umum (melebar)
• Tidak memuat rahasia pribadi • Masalah pribadi
• Memuat rahasia pribadi
Lama dan frekuensi kegiatan Sesuai dengan tingkat pemahaman anggota tentang topik masalah Sesuai dengan tingkat ketuntasan pemecahan maslah individual anggota
Evaluasi Keterlibatan, pemahaman isi dan dampak terhadap anggota kelompok Keterlibatan, kedalaman dan dampak terhadap ketuntasan pemecahan masalah individual anggota

B. Latihan Sebagai Metode Dan Teknik Bimbingan Kelompok.
Salah satu metode atau teknik dalam bimbingan kelompok dapat diorentasikan pda aktivitas – aktivitas yang terstruktur,perencana dan terukur baik dalam hal durasi,materi dan resikonya. Metode atau teknik yang melibatkan aktivitas semacam itu disebut latihan(exercise). Teknik latihan ini mencakup beberapa teknik lain dalam bimbingan kelompok seperti diskusi,simulasi dan sosiogram. Beberapa ahli memiliki pendapat yang berbeda – beda mengenai penggunaan latihan dalam situasi kelompok,ada yang mendukung ada juga yang menentang. Carl Rogers (1970) merupakan salah satu yang tidak mendukung penggunaan latihan dalam situasi pokok,ia mengemukakan peran konselor yang tak terstruktur.
Ada tujuh alasan untuk menggunakan latihan dalam kelompok,diantaranya:
1. Mengembangkan diskusi dan partisipasi
anggota kelompok dengan cara memberikan mereka pengalaman umum.latihan dapat menjadi cara untuk menstimulasi minat dan energi anggota kelompok.

2. Memfokuskan kelompok
Suatu latihan dapat digunakan untuk memfokuskan anggota pada suatu isu atau topik yang umum.
3. Mengangkat suatu fokus
Konselor bisa juga menggunakan latihan untuk mengangkat suatu fokus saat ia merasa sebuah topik baru dibutuhkan.
4. Memberi kesempatan untuk pembelajaran eksperiensial
Alasan keempat dalam penggunaan latihan adalah untuk memberi suatu pendekatan alternatif dalam mengeksplorasi persoalan – persoalan. Hal ini dapat dilakukan melalui diskusi sederhana. Latihan juga berguna membuat anggota menindak lanjuti tema yang didiskusikan dalam kelompok daripada hanya membicarakannya.
5. Memberi konselor informasi yang berguna
Latihan berguna untuk mendapatkan informasi dari anggota kelompok yang akan digunakan trainer dalam diskusi. Dalam hal ini latihan rounds seringkali digunakan.
6. Memberikan kesenangan dan relaksasi
Latihan tertentu dapat melonggarkan suasana dalam kelompok melalui canda tawa dan relaksasai.Misalnya latihan lempar topeng, pijat kelompok dan sebagainya.
Latihan ini bisa jadi sangat berguna saat kelompok nampaknya membutuhkan perubahan suasana atau keadaan
7. Meningkatkan level kenyamanan
Latihan dapat digunakan untuk meningkatkan level kenyamanan dalam kelompok. Banyak anggota mengalami kecemasan selama sesi awal dalam kelompok. Latihan untuk meningkatkan keakraban seringkali menambah rasa nyaman diantara anggota kelompok.
Jenis-jenis latihan antara lain :
a. Menulis(Written).
Latihan menulis terdiri atas aktivitas tulis menulis dfimana anggota dapat menulis daftar, pertanyaan, mengisi esai, menuliskan reaksi mereka atau menandai dengan tanda cek hal-hal seputar isu atau topik yang dibahas.
b. Gerak (Movement ).
Latihan gerak mensyaratkan peserta untuk melakukan suatu hal yang bersifat fisikal, karenanya pesertanya harus bergerak.
c. Lingkaran (rounds ).
Latihan yang berguna dimana konselor memiliki akses terhadap kelompok. Latihan ini dapat dilakukan dengan cepat dan membantu dalam mengumpulkan informasi yang berguna.
d. Dyad dan Triad
Dyad Merupakan aktivitas di mana anggotanya dipasangkan dengan satu sama lain untuk mendiskusikan persoalan-persoalan atau untuk menyelesaikan suatu tugas. Triad adalah aktifitas di mana anggotanya di bagi menjadi kelompom berjumlah ganjil. Pada umumnya dyad dan triad sangat berguna karena memberikan kesempatan bagi anggota untuk memiliki kontak yang lebih personal dengan satu sama lain, mengemukakan ide, dan mevariasikan format kelompok.



e. Creative Props
Latihan ini menggunakan berbagai macam perlahan secara kreatif. Peralatan konseling yang berbeda dapat digunakan dalam latihan kelompok yang menarik dan memikat (jacobs, 1992)
f. Arts dan Crafts
Latihan ini membiarkan ekspresikan dalam berbagai cara berbeda seperti melukis, mewarnai, memotong, mengecat, dll. Tujuan latihan untuk menciptakan sesuatu dari berbagai bahan, menciptakan energi, mendatangkan kesenangan, memunculkan minat dan mengembangkan diskusi.
g. Fantasi
Latihan untuk pengembangan dan terapi kelompok, memberdayakan imajinasi dan penggambaran visual anggota kelompok. Fantasi membantu anggota agar menjadi lebih sadar akan perasaan, harapan, keraguan dan ketakutan mereka.
h. Bacaan umum
Latihan ini mensyaratkan peserta untuk membaca cerita pendek, puisi atau dongeng. Tujuan nya untuk pengembangan ide dan pemikiran serta memperdalam fokus terhadap beberapa topik atau isu.
i. Umpan balik
Latihan umpan balik memungkinkan peserta konselor berbagai perasaan dan pemikiran mereka tentang satu sama lain.
j. Kepercayaan (trust)
Latihan yang bertujuan untuk mefokuskan perhatian kelompok terhadap isu-isu mengenai rasa percaya khususnya untuk mempercayai orang lain.


k. Experiental
Latiahan yang di desain untuk membawa individu dan kelompok melampui pengharapan mereka ataupun meyakini keinginan mereka untuk mencoba (project adventer, 1992). Aktifitas ini dilakukan di luar ruangan dengan menggunakan rangkaian yang didesain secara hati-hati dan terbuat dari jalinan tali temali dengan tujuan pembentukan tim (team building).
l. Dilema moral
Latihan yang diberikan cerita kepada peserta dan memutuskan bagaimana peserta menangani situasi dalam cerita itu. Latihan ini berguna dalam membantu anggota kelompok menyadari bahwa setiap individu memiliki nilai-nilai berbeda.
m. Keputusan kelompok
Merupakan Aktivitas pembuatan keputusan kelompok. Latihan ini mensyaratkan para anggota kelompok untuk bekerja sama dalam menangani suatu masalah. Dan bisa dibagi-bagi menjadi beberapa kelompok kecil tergantung jumlah kelompok.
n. Sentuhan (touching)
Latihan yang menggunakan aktivitas sentuhan. Petunjuk yang harus dipertimbangan saat akan melakukannya :
a. Sadarilah bahwa beberapa peserta mungkin akan merasa tidak nyaman dengan kontak fisik. Jika suatu latihan melibatkan beberapa bentuk sentuhan, pastikan bahwa peserta memahami apa yang akan terjadi dan mengijinkan siapa saja yang bersedia untuk melakukan latihan ini.
b. Dalam hampir setiap situasi, yang terbaik adalah dengan mencegah penggunaan sentuhan yang memiliki konotasi seksual. Beberapa latihan pijat, bisa diinterpretasikan secara seksual jika tidak dilakukan dengan sepantasnya. 

jangan lupa!!! anda bisa membaca makalah filsafat pendidikan

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Suka suka Saya Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei